Salahudin Buktikan Kekurangan Tak Halangi Kesuksesan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-07-20 21:41:33+07

Salahudin Buktikan PS.jpg

Salahudin, anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Zaenal Abidin, 46, dan Siti Farohah, 42, yang tinggal di Desa Cikansas, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan.

 

Kuningan – Anggapan banyak orang bahwa kaum difabel atau para penyandang cacat fisik tidak bisa berkarya tidaklah benar. Karena pada kenyataannya, tidak sedikit dari mereka yang mampu mengukir prestasi membanggakan hingga tingkat nasional, bahkan internasional dan tidak kalah dari orang-orang normal.

Salahudin yang terlahir sebagai penyandang tuna netra akan tetapi memiliki bakat dan potensi luar biasa di bidang hafidz qur'an dan sains. Malahan tidak tanggung-tanggung, berbagai penghargaan berskala nasional hingga international pun pernah disabet pemuda kelahiran 16 Mei 1997 itu.

Anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Zaenal Abidin, 46, dan Siti Farohah, 42, yang tinggal di Desa Cikansas, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan ini, sejak lahir memang sudah kehilangan penglihatannya. Dia sendiri bukan berasal dari kalangan keluarga yang berada, karena orang tuanya hanyalah pedagang es di Jakarta. 

“Walaupun saya hidup dalam kegelapan, tetapi saya tidak mau larut dalam kesedihan dan belas kasihan orang lain. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat agar saya mampu seperti mereka yang normal,” kata Salahudin kepada BINGKAI WARTA saat di temui di kediamannya, Kamis (20/7/2017).

“Salahudin baru saja lulus dari SMA Pertiwi Cilimus. Prestasi yang pernah di raih oleh Salahudin di antaranya juara 1 sains MIPA tingkat Jawa Barat pada tahun 2013. Pada tahun 2014, Salahudin berhasil merebut juara 3 tingkat Nasional lomba MHQ 10 juz, tahun 2015 juara 1 MHQ 20 juz se-Wilayah III Cirebon, juara 2 MHQ 20 juz tingkat Jawa Barat tahun 2015, dan pada tahun 2016 meraih juara 2 MHQ 20 juz tingkat Jawa Barat. Bahkan Salahudin sempat terpilih mewakili Indonesia dalam lomba hafidz Qur'an untuk tingkat ASEAN walaupun tidak mendapatkan juara.

Salahudin menyampaikan pesannya kepada para generasi muda untuk terus berkarya dan menjadi teladan bagi semua orang dalam ikut berperan serta membangun Kabupaten Kuningan, “Untuk sahabat-sahabat saya juga yang mempunyai nasib seperti saya, jangan jadikan keterbatasan fisik untuk tidak berkreasi dan berprestasi. Minimal kita bisa melakukan sesuatu yang berarti sesuai dengan kemampuan kita sendiri. Kita harus bisa merasakan bukan merasa bisa, kita harus tahu merasa bukan merasa tahu dan kita harus pandai merasa bukan merasa pandai,” papar Salahudin.

Semangat belajar yang ada pada diri Salahudin membuat dirinya ingin terus sekolah dan berkarya. Satu cita-citanya saat ini yakni ingin melanjutkan sekolahnya ke perguuan tinggi yang dapat menerimanya kuliah, “Mudah-mudahan saya bisa meneruskan sekolah ke perguruan tinggi dan bisa berhasil seperti orang lain,” pungkas Salahudin. (Elly Said)

 

2 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, POTRET

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com













Berita Terkini

Categories