444
Monday, 28 September 2020 20:46 (3 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Sang Purusa Lagu Untuk Kuningan

Sang Purusa Lagu Untuk Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Launching album lagu Sang Purusa ikut mewarani kemeriahan Pelantikan Pengurus Besar dan Rapat Kerja Perguruan Silat Bima Suci Kuningan masa bakti 2020-2024 yang dilaksanakan di Hotel D'Jehan, Jl. Raya Sangkanurip, Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Minggu (27/9/2020).
 
Persembahan album lagu Sang Purusa yang diciptakan oleh Nana Mulyana Latif anggota Bima Suci Ciawigebang ini adalah lagu untuk Kuningan. "Dalam album lagu Sang Purusa ini ada 8 lagu campuran berbahasa Indonesia dan Sunda. Ada jenis genre musik Pop Sunda Klasik dan arransemen perpaduan alat musik (kolaborasi musik modern dan etnic)," tutur Nana kepada bingkaiwarta.com.
 
Sehingga menurutnya, dibeberapa lagu dalam album tersebut muncul warna musik nusantara yang tetap memegang citra musik populer Tatar Sunda. "Ini menceritakan dan mewakili perasaan hati, tentang keindahan, kerinduan, alam Kuningan, kebangggan terhadap tanah kelahiran Kuningan, rasa cinta, juga di spesial song lagu Titah Guru diisi oleh Ega Noviantika dan Rafli," ujarnya.
 
Tentang album Sang Purusa, Nana menjelaskan, dimana Sang Purusa sendiri itu adalah sumber/pusat ilmu (kecerdasan/puncak keilmuan). "Didalam pewayangan "Sang Purusa" dilambangkan Brahma atau lebih dikenal di Pasundan dengan nama Dewa Guru (Gurunya Para Dewa), bertempat dipuncak yang tinggi atau sering dikenal Karajaan Atas langit. Kami menuangkan kalimat yang masih ambigo dengan syair (Sang Purusa Ciremai Tetengger Nagri)," jelasnya.
 
Nana yang juga pemilik SMK Penerbangan Taufik Mubaroq Kuningan ini menyampaikan pesan dalam syair lagu tersebut. Bahwa hidup itu adalah suatu proses yang terus menerus berjalan menuju sumbernya yaitu Sang Pencipta. "Kecintaan dan kebanggaan kepada tanah kelahiran dilagu tersebut ada kalimat_(Dangiangna Lembur Kuring), menyibak makna cerita orang tua kita dulu bahwa Kuningan merupakan wilayah yang dipakai pusat penempaan ilmu, kesaktian dan aji diri. Wilayah ini selalu dipakai rujukan untuk mencapai puncak kemenangan, silsilah anak cicit dari tokoh sentral pra sejarah/sebelum adanya agama sebagai pusat rujukan ilmu penghambaan kepada hyang widi," tuturnya.
 
Diakui Nana, menulis syairnya itu untuk mewakili ini dengan_(Sekeseler seuweu Krama)_ dalam cerita babad Cirebon ketika pasukan kuda-kuda kecil warna putih turun dari ciremai maka membuat lawan gemetar ketakutan. "Saya coba memasukan kata_(Tanjeur Jurit Ngabela Bebeneran)_ sinuhun gunung djati membentuk pasukan perang yang sangat tangguh berpusat di Ciremai. Saya pun menuangkan dengan kata_(Purwa Carita Nagara Rosa)_ artinya berawal dari negara yang kuat, sehingga nama Kuningan di abadikan sebagai nama jalan di kerajaan Jaya Karta (Jakarta). Dalam era jelang kemerdekaan, Kuningan dipakai juga sebagai pusat perumusan kemerdekaan oleh founding fathers bangsa di Linggarjati (Perundingan Linggarjati)," paparnya.
 
Nana mengucapkan terima kasih kepada Keraton Kacirebonan, Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman yang sudah mensuffort album lagu Sang Purusa. (Abel Kiranti)
 
 
Lagu : SANG PURUSA
Voc. : TIARA MERIANTI
Cipt. : NANA MULYANA LATIF
Arr. : Rudi Jati & Purwa Salaka Etnic
bimasuci sangpurusa kuningan

Komentar

Berita Terkait