Sekolah Membumi Linimasa Tampil Beda Sebagai Paradigma Baru di Dunia Pendidikan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-01-12 15:25:25+07

Sekolah Membumi SS.jpg

Gelar Griya Sekolah Membumi Linimasa berlangsung di Hotel Grand Purnama, Jalan Siliwangi, Kuningan, Sabtu (12/01/2019).

 

Kuningan – Salah satu lembaga pendidikan formal terbaru dengan konsep berbeda yang menggunakan metode olah otak melalui cara belajar yang menyenangkan dari segi optimalisasi peran afektif, kognitif dan psikomotorik, serta menyeluruh dan ramah lingkungan, hadir di Kabupaten Kuningan dengan nama Sekolah Membumi Linimasa.

Sekolah Membumi Linimasa ini merupakan sebuah program sosial yang diluncurkan oleh Yayasan AS Putra Kuningan di bidang pendidikan, terutama untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kuningan.

Sekolah Membumi Linimasa ikan (1).JPGDitemui saat Gelar Griya Sekolah Membumi Linimasa, di Aula Hotel Grand Purnama Kuningan, Jalan Siliwangi, Sabtu (13/01/2019), Kepala Sekolah Mahmud Ansori, menerangkan bahwa, Linimasa didirikan berangkat dari keprihatinan secara umum di bidang pendidikan konvensional yang mana menurutnya anak-anak itu tidak tumbuh sesuai dengan usianya.

“Kemudian juga tidak mendapatkan pola ajar yang holistik (berpikir secara menyeluruh) gitu. Makanya akhirnya saya dan teman-teman itu merancang sekolah ini, untuk menjadi sekolah alternative dengan konsep yang holistik dan ramah lingkungan,” kata Ansori.

Ansori menerangkan bahwa Linimasa itu sebetulnya merupakan sebuah singkatan dari Bahasa Sunda yakni Linuhung (Derajat yang Tinggi), Linui (Potensi yang diberikan Tuhan kepada Manusia), dan Nitimangsa (Jalan dan Waktu), “Jadi Linimasa itu artinya tempat dimana seseorang itu belajar, mencapai derajat yang tinggi, tetapi dengan tahapan-tahapan yang berproses. Jadi itu filosofinya,” terangnya.

Linimasa sendiri, lanjut Ansori, adalah sebuah Sekolah Membumi pertama yang hadir di Indonesia dan bukan berbentuk franchise, yang diciptakan atas ide asli dari putera daerah Kabupaten Kuningan, khususnya dari keluarga AS Putra Kuningan.

Perbedaan secara spesifik antara Linimasa dengan sekolah negeri lainnya terletak pada konsep belajar. Di Linimasa itu, kata Ansori, anak-anak tidak belajar monoton berada di dalam ruang kelas. Melainkan kelas hanya sebagai sarana penyampai awal dan selebihnya anak bereksplorasi di luar ruangan.

“Misalnya, ketika pembelajaran tentang tumbuhan, anak-anak ini disampaikan tentang komponen-komponen tumbuhan itu apa di dalam kelas. Tetapi ketika mereka ingin eksplorasi lebih luas mereka itu diajak ke luar. Menanam langsung, merawat langsung, kemudian menyirami langsung, sampai hasil panennya pun diolah langsung oleh anak menjadi produk, bisa menjadi makanan apa dan sebagainya dalam sesi cooking day,” papar Ansori.

 “Sebetulnya juga kami masih menyerap kurikulum 2013 karena di kurikulum ini memang sudah mulai konsep holistik itu diterapkan ya. Cuman kami tambahkan kontennya, sehingga kami punya skill dan value sendiri gitu,” sambungnya.

Untuk biaya sekolah sendiri, kata Ansori, pada angkatan pertama Linimasa memang disubsidi atau mendapat beasiswa selama 6 tahun. Namun jika ada kegitan tambahan, pihak sekolah tetap meminta sumbangan dana kepada oang tua murid secara sukarela.

Dan untuk wacana ke depan, Linimasa berencana akan memberikan wawasan kepada masyarakat sekitar melalui sosialisasi tentang cara pengolahan sampah, karya dari barang bekas, dan pendidikan parenting.

Sedangkan untuk lokasi sekolah sendiri Linimasa saat ini masih menetap di rumah pemilik Yayasan AS Putra Kuningan di Winduhaji. Namun ke depan, rencananya Linimasa akan berpindah ke Kelurahan Awirarangan, tepatnya di sebuah komplek yang dulunya dipakai tempat usaha.

“Harapan ke depan Linimasa dapat menjadi project percontohan untuk Kuningan khususnya, dan bisa menjadi project percontohan juga untuk nasional dan internasional. Menjadi sekolah besar. Saya berharap masyarakat juga bisa terbuka lah dengan lembaga pendidikan yang memiliki konsep yang sesuai untuk anak-anak kita sekarang,” harap Ansori.

Sementara itu, menurut Ketua Yayasan AS Putra Kuningan Nabiya, Linimasa hadir dengan tujuan sebagai paradigma baru atas keprihatinan tentang pendidikan di sekolah umum. Karena yang paling penting itu untuk menumbuhkan sikap atau attitude.

“Karena setiap anak itu memiliki potensi masing-masing. Dan potensi masing-masing ini yang akan kita arahkan sehingga akan sesuai dan berguna untuk dirinya di masa yang akan datang. Jadi tidak bisa dipaksakan setiap orang itu harus satu warna. Itu yang akan kita kembangkan. Memang agak sulit, tapi kita sudah punya cara,” katanya.

Ke depannya Nabiya berharap dari rumah kecil di Winduhaji itu Linimasa dapat berkembang menjadi sekolah yang besar dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, “Kalau yayasan si bisa dikatakan sebagai bentuk sosial dari keluarga AS Putra sebagai rasa bentuk sosial kepada masyarkat Kabupaten Kuningan di bidang pendidikan,” tuturnya.

Sekolah Membumi Linimasa ikan (2).JPGDi tempat yang sama, Plh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Maman Hermansyah, memberi apresiasi dan rasa bangga atas berdirinya Sekolah Membumi Linimasa. Menurutnya, sekolah ini memang betul-betul bisa menjadi contoh bagi sekolah negeri lainnya.

“Dan saya sudah melihat ternyata itu luar biasa. Ini siswa siswi yang tadi kita lihat bersama, luar biasa ini menyampaikan kemampuan, kreativitas, yang mungkin bapak ibu di sini itu sudah melupakan budaya berbalas pantun. Oleh karena itu apa yang diselenggarakan di Sekolah Linimasa ini juga patut dikatakan menjadi sebuah sekolah yang mampu bersaing dan patut diberikan aplause,” ungkap Maman.

Sebelumnya, dalam launching atau Gelar Griya Sekolah Membumi Linimasa ini ditampilkan pementasan seni kreativitas dari para siswa angkatan pertama. Diantaranya ada berbalas pantun, pembacaan prosa pendek tentang lingkungan, dan seni Tari Saman.

Dalam pantauan Bingkai Warta, meskipun mereka masih duduk di bangku kelas 1 namun kemampuan tampil di depan audiens layaknya seseorang yang sudah terbiasa dan sudah familiar tampil di depan umum. (TedyAgeng)

5 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com






















Berita Terkini

Categories