179
Saturday, 23 May 2020 05:08 (dalam 1 minggu)    Tulis Komentar

Shalat Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Shalat Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Buya Yahya
(Pengasuh LPD dan Ponpes Al-Bahjah Cirebon)

SHALAT hari raya Idul Fitri adalah sunnah yang dikukuhkan, pahalanya besar ada juga yang mengatakan fardhu kifayah karena ada syiar di dalamnya.

Adapun caranya ada tiga model, cara yang paling umum adalah seperti yang kita saksikan di masjid-masjid atau di lapangan-lapangan, adalah shalat dua rakaat, dengan takbir lengkap tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali rakaat kedua.

Kemudian khutbahnya, ini martabat tertinggi karena ada khatib khutbah dengan dua khutbah.

Baik kemudian martabat kedua ada di rumah tidak pakai khutbah tapi mendapat keutamaan shalat, lakukan shalat dua rakaat dengan niat "aku niat hari raya Idul Fitri" allahuakbar.

Baik kemudian martabat kedua ada di rumah tidak pakai khutbah tapi mendapat keutamaan shalat, lakukan shalat dua rakaat dengan niat "aku niat hari raya Idul Fitri" allahuakbar.

Setelah itu tambah tujuh, allahuakbar tujuh (takbir), kemudian rakaat kedua setelah bangkit di sujud baru tambah lima takbir setelah itu baca surah al-fatihah dan surah biasa orang shalat.

Martabat ketiga adalah lakukan niat dengan "aku shalat idul fitri" niat saja, bahasa jawa gak apa-apa, di hati intinya.

Seperti Anda shalat Dhuha, seperti shalat sunnah biasa, Anda sudah mendapat pahala shalat idul fitri.

Bukan untuk tahun ini saja, tahun-tahun selanjutnya jika Anda memiliki alasan tidak bisa shalat di mesjid, Anda shalat di rumah, tetap sah, tiga martabat.

Kemudian jika di rumah ingin ada khutbah, khutbahnya rukun-rukunnya seperti rukun di dalam khutbah Jumat.

Seperti Anda shalat Dhuha, seperti shalat sunnah biasa, Anda sudah mendapat pahala shalat idul fitri.

Bukan untuk tahun ini saja, tahun-tahun selanjutnya jika Anda memiliki alasan tidak bisa shalat di mesjid, Anda shalat di rumah, tetap sah, tiga martabat.

Kemudian jika di rumah ingin ada khutbah, khutbahnya rukun-rukunnya seperti rukun di dalam khutbah Jumat.

Hendaknya dipenuhi rukun tersebut agar terpenuhi, baik yang pertama ada Alhamdulillah atau yang sepadan atau yang semakna dengan Alhamdullilah.

Kemudian baca shalawat Allahumma Shalilaa Shaidina Muhammad Waala Saidina Muhammad.

Kemudian Ittaqullah, kemudian baca satu surah, Qulhuwallah hu Ahadd, langsung duduk. Jadi rukunnya adalah alhamdulillah, shalawat, wasiat taqwa, membaca Quran.

Shalat Idul Fitri Pandemi Covid-19 Buya Yahya Ceramah Ramadhan

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait