912
Thursday, 27 May 2021 13:09 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Sijago Merah Warnai Aksi IMM Kuningan

Sijago Merah Warnai Aksi IMM Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamdiyah) Kabupaten Kuningan mengadakan aksi terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang pejabat Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan. Mereka melakukan orasi didepan Halaman Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Jl. Ir. H. Juanda Kuningan, Kamis (27/5/2021).

Aksi yang bertajuk "Reposisi Jabatan Kadiskanak Kabupaten Kuningan" ini mendapat pengawalan ketat dari petugas gabungan yang terdiri dari Polres Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, Satpol PP dan Dishub Kuningan.

Koordinator lapangan, Ravi mengatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika di lapangan terkait banyaknya program-program Diskanak yang tidak tepat sasaran. Untuk itu pihaknya datang dan minta untuk mereposisi jabatan karena fakta yang ada tidak sesuai dengan temuan dilapangan.

"Kami mahasiswa IMM Kuningan sebagai social control terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, menduga kuat telah terjadi adanya beberapa penyimpangan aturan dan kebijakan serta kuatnya dugaan praktik kongkalikong antara pemangku kebijakan dengan para oknum yang merugikan masyarakat Kuningan," kata Ravi kepada bingkaiwarta.com.

Dijelaskan Ravi, pada rentang waktu 2011 hingga 2023 sebagai Rencana Jangka Panjang Daerah, IMM telah menemukan beberapa kebijakan yang mencengangkan dan sudah sepatutnya dipublikasikan agar masyarakat memahami betul arah kebijakan yang ditetapkan oleh dinas.

"Dalam PERDA (Peraturan Daerah) tercantum dalam pasal 43 Ayat 2 bahwa kawasan peruntukan peternakan dengan ketentuan luas kurang lebih 154 hektar meliputi 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Cibeureum, Cigugur, Cilebak, Cilimus, Hantara, Jalaksana dan Kadugede. Namun, sejak tahun 2019 bantuan pengadaan ternak yang disalurkan oleh Diskanak bertolak belakang dengan ketetapan PERDA. Diskanak Kuningan cenderung menyalurkannya pada daerah lain yang kami duga sebagai "titipan" dari oknum pejabat yang bahkan tidak termasuk kedalam RTRW," jelasnya.

Yang mirisnya lagi, lanjut Ravi, diduga mengalami pemotongan jatah dari kuantitas yang seharusnya diterima oleh penerima bantuan. "Selain dari sektor pertanian sektor perikanan pun tak luput dari permainan oknum pejabat dalam menentukan kebijakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Bunbun Budiyasa mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah berusaha bekerja sesuai aturan yang ada dengan memberikan layanan kepada masyarakat dan tentunya tidak seluruh permintaan masyarakat tidak dapat disetujui dan dapat direaslisasikan.

"Terkait permintaan masyarakat kepada Diskanak, itu harus ada tahapan yang dilaksanakan oleh Diskanak Kuningan. Sehingga tidak semua tuntutan bisa kami penuhi, melainkan secara bertahap. Disini kami terbentur dengan anggaran yang ada," ungkap Bunbun.

Sebagai bentuk kekecewaan, mahasiswa IMM menaburkan pakan ikan (pelet) dihadapan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan berikut jajarannya. Selain itu aksi juga diwarnai dengan membakar ban bekas. Namun dengan demikian, aksi IMM Kuningan ini berjalan dengan kondusif. (Abel Kiranti)

mahasiswa sijagomerah imm kuningan

Komentar

Berita Terkait