416
Friday, 21 May 2021 15:56 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Sisi Lain Tentang Senkom Kuningan

Sisi Lain Tentang Senkom Kuningan

Mencermati kegiatan Senkom Kuningan beberapa hari terakhir, yang terlibat dalam operasi penyekatan di pos-pos perbatasan, menjadikan banyak catatan yang sangat membekas.
 
Saat ikut serta bersama pengurus Senkom Kuningan, monitoring pelaksanaan operasi di titik-titik pos penyekatan mereka tampak sigap dalam mendampingi para petugas TNI, Polri, Pol PP, BPBD, Dishub dan tim kesehatan saat melakukan operasi pemeriksaan para pengemudi beserta penumpangnya, baik kendaraan pribadi maupun umum.
 
Tak tampak beban karena tugas sebagai relawan namun justru mereka terlihat gembira, padahal tugasnya dimulai dari pagi ikut apel persiapan hingga sore menjelang magrib.
Awal mengenal Senkom Kuningan, penulis anggap biasa-biasa saja, sama juga dengan ormas-ormas lain yang berada di Kuningan.
 
Tetapi saat mencermati lebih dekat, ada yang terasa unik pada Ormas yang satu ini, selain anggotanya terkesan taat dengan instruksi pimpinan, ternyata mereka juga tak ada yang merokok, bahkan ketua-nya menyampaikan bahwa anggotanya rata-rata bukan perokok.
 
Saat bertugas pun mereka ikhlas menjalankan semua perintah dan aturan organisasi, serta mengikuti arahan pimpinan pos dimasing-masing titik.
Saat melakukan wawancara terhadap beberapa anggota, apa yang menjadi motivasi anda menjadi anggota Senkom ? Mereka rata-rata menjawab karena merasa satu visi dengan organisasi Senkom dalam ikut membantu Kamtibmas di lingkungan masing-masing yang merupakan tanggungjawab bersama, karena keterbatasan Anggota Polri dalam tugas utamanya yaitu Melindungi, Melayani dan Mengayomi masyarakat.
Ruang kosong inilah yang mereka upayakan untuk diisi, tentunya dengan penuh keikhlasan.
 
Tugas-tugas kemanusiaan yang dilakukan ternyata tak sebatas ikut terlibat pengamanan Kamtibmas semata, Senkom juga memiliki tiga klaster tugas yaitu :
1. Klaster Kamtibas dengan semboyan " Menembus Jarak Tanpa Batas"
2. Klaster Kebencanaan dengan semboyan "Siaga saat Aman, Ada saat dibutuhkan"
3. Klaster Bela Negara dengan semboyan " NKRI Harga Mati"
 
Tugas-tugas berat itu tak dijadikan beban, tetapi justru dijadikan motivasi untuk sebuah pengabdian bagi masyarakat.
Motivasi-motivasi yang sering disampaikan pimpinan dalam setiap pertemuan, rupanya menjadikan organisasi ini walaupun berjalan tanpa materi dan anggaran yang berlimpah, namun mapan dan tertib dalam kegiatan, terlihat dalam pengadaan berbagai atribut dan seragam yang dikenakan, rata-rata dengan pengadaan mandiri, baik itu PDH, PSL, PDL, Batik, kaos dan atribut kelengkapan lainnya, saat pertanyaan kedua disampaikan : pengadaan seragam dan atribut mandiri, apa tidak memberatkan ?
Merekapun rata-rata menjawab, yaa hitung-hitung sebuah perjuangan saja, coba bandingkan dengan para pahlawan dulu mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya, kalau kita kan hanya sebatas materi dan tenaga saja !?
 
Hmmmm... Itulah kesan yang sempat penulis cermati, semoga keikhlasan Senkom dalam pengabdian melayani masyarakat membawa energi positif bagi petugas dan aparatur pemerintah yang memperoleh gaji serta anggaran dari pemerintah. (Abel Kiranti)
Senkom Kuningan

Komentar

Berita Terkait