517
Tuesday, 09 June 2020 20:44 (4 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Soal Transparansi Anggaran Covid-19, Jawaban Bupati Masih Normatif

Soal Transparansi Anggaran Covid-19, Jawaban Bupati Masih Normatif

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Bupati Kuningan, H. Acep Purnama memberikan penjelasan terkait anggaran Covid-19  kepada puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS) dalam audensi yang dilakukan di Ruang Crisis Center Covid-19 Kuningan, Selasa (9/6/2020).

Anggaran Covid-19 yang dialokasikan Pemda Kuningan dari perubahan postur APBD 2020 sebesar Rp 77 miliar diduga tidak sesuai peruntukan dan perencanaan awal, sehingga dituntut adanya transparansi dalam realisasinya.

"Dari beberapa aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat atas wabah pandemi maka diikuti pula dengan beberapa aturan yang mengharuskan daerah merubah postur APBD Kuningan untuk penanganan Covid-19," ungkap Bupati Acep.

Dalam hal ini, dikatakan Acep, Kuningan sendiri sudah melakukan penyesuaian anggaran dengan perubahan parsial, dan sekarang sudah parsial ke-4, ini sesuai intruksi presiden untuk refocusing.

"Parsial pertama kita mengalokasikan sebesar Rp 18 milyar yang mengambil dari insentif APBD, penggunaan kas daerah dan juga dari silpa 2019.

Tidak sekedar parsial pertama, kata Acep, ternyata ketika ada tren kenaikan yang terpapar Covid-19, pemerintah pun otomatis harus menganggarkan kembali untuk penanganannya.

“Hingga pada parsial ke-4, Kuningan sudah mengalokasikan Rp 72 milyar untuk alokasi dana-dana bencana alam plus Rp 5 milyar untuk alokasi bencana non alam. Jadi, total anggaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan itu sebanyak Rp 77 miliar," jelasnya.

Acep memaparkan, penggunaan dana tersebut disesuaikan dengan pos-pos belanja penanggulangan Covid-19. Salah satunya untuk pos belanja tidak terduga dan obat di rumah sakit sebesar Rp 2 miliar, pembelian eks RS Citra Ibu yang dipergunakan sebagai tempat instalasi pasien Covid-19 sebesar Rp 7,5 miliar plus perbaikan Rp 2,5 miliar, total Rp 10 miliar.

Aksi audiensi tersebut berlangsung sekitar dua jam, akan tetapi para wartawan ANARKIS mengaku tidak puas dengan apa yang telah disampaikannya kepada pemerintah.

 “Jawaban mereka masih normatif, sedangkan kami dibatasi waktu karena bupati mau ada agenda lagi, sehingga pertanyaan kami belum terjawab secara jelas dan transparan, masih ngambang,” ujar Iyan. (Abel Kiranti)

Transparasi Anggaran Covid-19 Bupati Bupati Normatif Kabupaten Cirebon ANARKIS

Komentar

Berita Terkait