STIKKU Gelar Orasi Ilmiah Terkait Peran Masyarakat Terhadap Kasus Kekerasan Kepada Perempuan Dan Anak

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-01-14 19:50:29+07

STIKKU Gelar Orasi Ilmiah Terkait Peran Masyarakat PS.jpg

Dalam Orasi Ilmiah yang digelar STIKKU, berlangsung di GOR Ewangga, Kuningan, Sabtu (14/1), menghadirkan pemateri Dr. Netty Prasetiyani, yang juga Istri dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan.

 

Kuningan – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) menggelar orasi ilmiah dengan tema “Peran Masyarakat terhadap kekerasan pada anak dan perempuan, Stop kekerasan Lindungi keluarga” dengan menghadirkan pembicara Dr Netty Prasetiyani Herawan yang juga istri dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan, di GOR Ewangga Kuningan, Sabtu (14/1).

Ketua STIKKU Kuningan, Asep Sufyan Ramadhy mengatakan, kegiatan seminar yang diikuti oleh mahasiswa STIKKU dan sejumlah organisasi perempuan se-Kabupaten Kuningan itu sangat penting untuk memberikan pemahaman tentang peran masyarakat, khususnya para mahasiswa terhadap kekerasan perempuan dan anak yang selama ini semakin marak terjadi.

“Semua harus berani terlibat untuk memberantas, melaporkan segala bentuk kekerasan, karena hal itu merupakan tugas kita semua, tidak hanya tugas pemerintah, lembaga maupun perseorangan,” ujar Asep kepada Bingkaiwarta usai acara itu.

Lanjut Asep, kekerasan perempuan dan anak hingga kini bagaikan fenomena gunung es. Berbagai kasus kekerasan yang terungkap hanya sebagian kecil dari realita yang ada di lingkungan masyarakat, terkadang masih terkesan aib ataupun malu untuk melaporkan.

Untuk itu, agar kekerasan tidak terkesan malu saat terungkap, diperlukan sosialisasi, berani melaporkan jika melihat bahwa kekerasan tidak lagi menjadi urusan domestik yang harus disimpan rapat-rapat tetapi sudah merupakan urusan dan tanggung jawab bersama, “Nantinya para mahasiswa ini diharapkan dapat membantu juga mensosialisasikan tentang UU perlindungan anak, juga perempuan kepada masyarakat luas,” kata Asep.

Sementara itu, Dr Netty Prasetiyani mengatakan, melalui seminar itu masyarakat dihimbau untuk melaporkan segala bentuk kekerasan anak dan perempuan, “Masyarakat tidak perlu malu ataupun menutupi, misalnya kasus kekerasan seksual. Itu bisa dilaporkan langsung kepada kepolisian ataupun organisasi perempuan yang ada di kabupaten Kuningan,” kata Netty.

Netty mengakui, sejauh ini kasus kekerasan perempuan dan anak masih cukup tinggi. Maka dari itu, peran masyarakat, mahasiswa ataupun organisasi perempuan diperlukan, untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah membantu mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories