188
Wednesday, 02 December 2020 10:36 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Talk Show Nasional Paradoks Covid-19

Talk Show Nasional Paradoks Covid-19

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melangsungkan acara Maction Fest 2020 yang bekerjasama dengan BEM STIS Husnul Khotimah Kuningan, PMI Kota Cirebon dan HMPS-HES IAIN Kudus. Pada acara Maction Fest ini berisi juga acara Talkshow Nasional Paradoks Covid-19 yang digelar pada Selasa, 24 November 2020. Dengan mengusung tema "Paradoks Covid-19 dari Perspektif Hukum dan Kesehatan".
 
Acara Talkshow Nasional ini digelar secara virtual melalui Live Zoom dan Live Instagram Himahes. Dengan tiga narasumber yaitu Atikah, S.Pd dari PMI Kota Cirebon, Ema Nurkhaerani, M.H Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Nabila Luthvita R SH.MH. Dosen IAIN Kudus. Ditemani oleh dua orang moderator dari Mahasiswa/i Jurusan Hukum Ekonomi Syariah yaitu Karnila dan M. Rizky Sanjaya. 
 
Kemenlu BEM STIS Husnul Khotimah Arif Taufiqurrohman menjelaskan, acara tersebut dibuka dengan beberapa pertanyaan dari moderator kepada para pemateri, berkaitan dengan isi yang dibawakan  masing-masing. Kemudian dilanjut pemaparan materi dimulai dari Ibu Atikah, S.Pd, yang menyampaikan Paradoks Covid-19 dari Perspektif Kesehatan. 
 
"Seperti yang telah disampaikan oleh para pemateri, dalam kondisi new normal seperti sekarang, tantangan Covid-19 akan jauh lebih kuat. Sangat penting untuk selalu membiasakan dan melaksanakan tiga M, yaitu selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," jelas Arif kepada bingkaiwarta.com, . 
 
Disampaikannya, PMI Kota Cirebon mempunyai tujuh tips untuk dilakukan jika kita terpapar Covid-19, diantaranya yaitu jangan takut dan jangan panik, selalu membuka komunikasi dengan keluarga, selalu memakan makanan yang bergizi, harus selalu berkonsultasi dengan tenaga medis, tetap berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT, dan lain sebagainya. 
 
Kemudian, Arif menuturkan, seperti yang disampaikan oleh Nabila Luthvita R SH.MH, selaku pemateri, tentang Menakar Efektivitas Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Covid-19. Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah yaitu Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanganan Pandemi Corona Virus Desease dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.
 
"Narasumber juga menjelaskan tentang kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang mana berdasarkan survey daring yang dilakukan oleh BPS kepada sebanyak 967 responden terhadap kepatuhan 3M, diketahui bahwa sebanyak 92% masyarakat patuh memakai masker. Namun, hanya 75% saja yang patuh untuk mencuci tangan dan menjaga jarak (Data per 28 September 2020)," tuturnya.  
 
Sementara itu, Arif menyebutkan, penyampaian materi dari Ema Nurkhaerani, M.H. yaitu mengenai Paradoks Covid-19 dalam Bidang Hukum Sektor Ketenagakerjaan di Indonesia. Paradoks (paradox) adalah suatu situasi atau kondisi yang muncul dari sejumlah premis. Adapun mengenai ketenagakerjaan regulasi peraturan pemerintah pusat salah satunya yaitu Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.
 
"Sangat banyak dampak yang dirasakan dalam sektor ketenagakerjaan, salah satu dampak yang paling besar yaitu maraknya gelombang PHK di Indonesia. Dalam penanganan dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya yaitu Kepmenkes No.3 328 Tahun 2020 tentang panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja Perkantoran dan Industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi Pandemi," terangnya.
 
Arif mengatakan, acara tersebut telah bekerjasama dengan beberapa Media Partner, yaitu Fossjab, Cirebon media, Indramayu info, Obrolan majalengka, Cirebon berita, Ruang visioner, Fatsoen, Cirebon event dan Bingkai warta.
 
"Dan terdapat juga beberapa donatur yang telah mendukung berlangsungnya acara ini, yaitu Azzumi, Oting thai tea, Diamondstore, Clothing.isun, Humaira, Otak-otak Smanda, Kopi satu visi, Seblak perjuangan, Nyobian, PT. Lkm bkd mandiri, Roti goreng brader, Ratu mi ramen, dan Dilaily's craft," sebutnya.
 
Dengan telah berlangsungnya acara Talkshow Nasional pada kegiatan Maction Fest 2020, Arif berharap semoga acara yang sudah digelar tersebut bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta yang telah mengikutinya. (Abel Kiranti)
Husnul Khotimah Covid 19 Talk Show PMI BEM Paradoks

Komentar

Berita Terkait