1,109
Tuesday, 23 June 2020 15:40 (5 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Terkait Adanya Potongan Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), Pihak BNI Tidak Tahu Menahu

Terkait Adanya Potongan Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), Pihak BNI Tidak Tahu Menahu

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Terkait adanya permasalahan potongan Rp10 ribu yang dipertanyakan oleh wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (Anarkis) saat audiensi dengan Dinsos, Kamis (18/6/2020) terus bergulir.

Kini, arah pertanyaan menuju pihak BNI Kuningan yang menjadi bank penyalur program BPNT atau program sembako dan PKH. Sebab, potongan tersebut diduga dilakukan setiap kali melakukan transaksi oleh penerima PKH di agen yang ditunjuk oleh pihak bank.

Menyikapi masalah ini, Pemimpin Bidang Bisnis BNI 46 Cabang Kuningan Ahmad Irvan Ardiansyah  yang didampingi Penyedia Pemasaran Didit Delina mengaku, terkait adanya dugaan potongan setiap kali transaksi, pihaknya tidak mengetahui masalah itu.

“Kami tidak tahu masalah itu, tahu juga baru-baru ini. Karena tugas kami hanya menyalurkan tepat sasaran dan menunjuk agen,” jelas Didit, Senin (22/6/2020).

Ia menerangkan, untuk agen PKH, mereka sesuai dengan perjanjian akan mendapatkan fee Rp1.000 setiap transkasi. Namun, maksimal transaksi yang berhak mendapatkan fee dua kali atau Rp. 2.000 setelah itu tidak.

“Diluar fee Rp1.000 itu, kami tidak tahu karena bukan  urusan kami lagi. Sedangkan untuk agen BPPT pihaknya tidak memberikan fee karena ada sharing dari harga sembako,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Ketua Forum PKH Kabupaten Kuningan H Andi Budiman mengatakan, meski dalam pengakuan Kadinsos ada pemotongan itu tidak disebutkan pelakunya adalah pendamping. Namun, hal itu seolah mengarah kepada mereka.

“Insya Allah, saya dan teman-teman pendamping PKH lainnya tidak akan pernah melakukan hal semacam itu. Justru kita selalu patungan untuk membantu warga,,” jelas H. Andi.

Bantahan yang sama juga dikatakan dari TKSK yang selama ini mendapimpingi program BPNT. Menurut Nana Hendrayana pihaknya bertanya kepada semua rekan dan mereka mengaku tidak pernah melakukan potongan.

Terpisah, Kadinsos Dudi Budiana mengaku, pihaknya ketika memberikan keterangan kepada wartawan tidak menyebutkan pihak mana yang melakukan pemotongan itu. Namun, yang pasti isu tersebut kencang di masyarakat. (Abel Kiranti)

Ahmad Irvan Ardiansyah Didit Delina transaksi bansos Anarkis BPNT BNI Kuningan program sembako PKH dinsos program BPNT

Komentar

Berita Terkait