511
Tuesday, 25 August 2020 10:23 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Tim Panitia Masyarakat Hukum Adat Kuningan Akan Adakan Uji Publik

Tim Panitia Masyarakat Hukum Adat Kuningan Akan Adakan Uji Publik

Bingkaiwarta, CILIMUS - Panitia Masyarakat Hukum Adat Kuningan kembali adakan rakor untuk membedah perspektif akademis atas klaim keberadaan Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, di Wisma Pepabri, Selasa (24/8/2020).

Pembahasan dilakukan secara tertutup dan berjalan cukup alot. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kuningan H. Acep Purnama dan forum Forkopimda, juga para akademisi Ahli Antropologi Unpad Bandung, Uniku, Unisa hingga Peneliti Sejarah Madrais jebolan Universitas Belanda, Dr Didin Nurul Rosidin, MA.

“Insya Allah ini objektif. Dari kajian perspektif akademis, factual di lapangan, aspek konstitusional. Sudah jelas gambaran dari berbagai sudit pandang. Kami tidak main-main lah,” ungkap Ketua Tim Masyarakat Hukum Adat, yang juga Sekda Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, usai Rakor, kepada bingkaiwarta.com.

dian

Dikatakan Dian, semuanya sudah sesuai arahan pimpinan, juga sesuai ketentuan. Semua aspek dibedah, termasuk syarat-syarat dan indikator-indikator. Ada juga tinjauan teoritis, dirangkum. Bahkan, ada penekanan dari aspek teoritis. Yaitu kajian dari sejarahnya.

"Dalam hal ini, sejarah betul-betul bisa menjadi acuan. Sebuah hal paling esensil bagi tim. Tentu Sejarah Madrais, sejak 1835 dibedah. Sejarah ini bagian integral dari kesimpulan sebuah kajian akademis," ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai harapan panitia, tadi pencerahan sangat luar biasa. Bahkan, dibahas juga tentang keterkaitan Gebang dengan Madrais. "Saya yakin, kesimpulan nanti akan komplit dari berbagai aspek. Saya kira lengkap yah,” imbuhnya. 

Dian menegaskan, Tim tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan status Masyarakat AKUR ini. Meskipun tergesa-gesa, atau menyimpang dari kajian akademis, faktual di lapangan, Mendagri tetap bisa meninjau ulang keputusan bupati soal Masyarakat AKUR ini.

"Maka, selain hasil tim, juga akan ada uji publik. “Uji publik ini, hasil tim nanti akan disampaikan ke masyarakat. Ada 9 indikator, bahkan 11 indikator untuk mengakui Masyarakat AKUR Cigugur. Semua indikator harus terpenuhi. Saya tidak bicara satu per satu, indikator. Semua harus terpenuhi,” pungkasnya. (Abel Kiranti)

Hukum Adat akademis Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Paseban Tri Panca Tunggal

Komentar

Berita Terkait