4,917
Sunday, 04 October 2020 08:18 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ucapan Ketua DPRD Kuningan Menuai Kontroversi

Ucapan Ketua DPRD Kuningan Menuai Kontroversi

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Adanya pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan terkait kasus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren Husnul Khotimah, dalam video yang tersebar di media mengundang reaksi banyak pihak, salahsatunya dari Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK).

Dalam video tersebut, Nuzul Rachdy mengungkapkan bahwa jangan sampai Husnul hanya membawa limbah, limbah wabah dan limbah segalanya.

Koordinator APIK, H Andi Budiman, mewakili APIK merasa sangat kecewa dan sangat tersinggung dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, sangat tidak pantas kata-kata seperti itu keluar dari mulut seorang pejabat publik.

"Tidak pantas saudara Nuzul menyampaikan pernyataan seperti itu, karena asumsi limbah itu kan kotoran, sementara pondok pesantren adalah  tempat mendidik umat, mengajarkan kebaikan," ujarnya kepada bingkaiwarta.com, Minggu (4/10/2020).

Dirinya menghimbau sebaiknya Nuzul lebih menjaga lisannya, seraya mengutip sebuah Hadits Rasulullah yang berbunyi : 'Keselamatan Manusia Tergantung Lidahnya'.

Andi juga menuntut agar ketua dewan dari partai PDIP tersebut segera mengklarifikasi pernyataannya untuk menghindari kegaduhan ditengah masyarakat.

"Umat muslim ibarat satu tubuh, yang satu sakit maka yang lain akan merasakan sakit, jangan sampai menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Kuningan, jadi sekali lagi kami minta segera untuk melakukan klarifikasi," lanjutnya.

Selain itu, menurut Andi, pernyataan tersebut dapat membuat asumsi bahwa pondok pesantren adalah sumber wabah. Padahal, menurutnya, jauh-jauh hari sebelumnya dampak wabah korona ini sudah menyebar.

Selain itu, menurut Andi, Pondok Pesantren Husnul Khotimah sudah berbuat banyak bukan hanya untuk Kabupaten Kuningan, tapi juga untuk negera Indonesia, menurut keterangannya, berbagai prestasi mulai dari tingkat lokal, nasional bahkan internasional sering diraih.

Lebih dari 5000 alumni yang tersebar di 33 negara itu banyak yang menjadi doktor dan pejabat publik. Ratusan hafidz/ hafidzhoh dihasilkan setiap tahun.

Tak hanya itu, menurutnya, dengan keberadaan Ponpes Husnul Khotimah, ekonomi masyarakat sekitar sangat terbantu, dengan perputaran uang lebih dari 100 milyar per tahun mulai Loundry, Kantin, Pegawai semua menikmati keberadaan Husnul Khotimah selama lebih dari 26 tahun. (Abel Kiranti)

covid19 DPRD kuningan HUSNUL Khotimah

Komentar

Berita Terkait