Universitas Kuningan Buktikan Bisa Berkompetisi dengan Perguruan Tinggi Besar

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-16 08:11:40+07

Universitas Kuningan sjsjkkee.jpg

Perwakilan Media Dani Andriawan, bersama Ketua YPSAK Drs. H. Uri Syam, SH, MH, Rektor Universitas Kuningan Dr. H. Dikdik Harjadi, M.Si, dan Wakil Rektor III Universitas Kuningan Ilham Adhya, S.Hut, M.Si, pada Media Gathering, di RM Saung Ema, Jalan Raya Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kamis (13/2/2020).

 

Kuningan – Rektor Universitas Kuningan Dr. H. Dikdik Harjadi, SE, M.Si, mengaku tengah berupaya untuk terus memajukan kampus baik di bidang akademik maupun non akademik agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.

Universitas Kuningan Buktikan kklljj.jpegHal itu diungkapkan Dikdik pada acara Media Gathering, di RM Saung Ema, Jalan Raya Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kamis (13/2/2020). Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan Drs. H. Uri Syam, SH, MH, para Dekan, serta jajaran civitas akdemika Universitas Kuningan lainnya.

Dikdik membuka perbincangan dengan menyebutkan bahwa kampus dengan logo Kepala Kuda ini sudah menginjak usia yang ke-16. Jika dibandingkan dengan kampus lain tentunya terbilang masih muda. Akan tetapi, hal itu tidak membatasi pihaknya untuk terus berkembang dan meraih capaian semaksimal mungkin.

Salah satunya, kata Dikdik, Universitas Kuningan terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia sejak tahun 2018. Dari total 18 program studi yang ada 2 diantaranya pun terakreditasi A. Yaitu, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Program Studi Manajemen.

Kondisi ini menjadi tantangan, sebab tujuan utama dari pendidikan adalah menciptakan lulusan berkualitas. Otomatis Universitas Kuningan harus bisa mewujudkannya  dengan meningkatkan mutu pelajaran.

“Untuk meraih perguruan tinggi yang berkualitas banyak aspek yang perlu dilakukan. Oleh karenanya, kami sangat-sangat fokus kepada upaya bagaimana meningkatkan mutu yang ada di Universitas Kuningan ini,” kata Dikdik.

Pengukuran mutu kampus salah satunya bisa dilihat berdasarkan pemeringkatan oleh Kemenristekdikti RI. Dari total 3200 perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Kuningan berada di posisi ke 155 pada tahun 2019.

Sedangkan, apabila menggunakan data pihak lain yang paling banyak dipakai seperti Webometrick dan UniRank, Universitas Kuningan berada di posisi 159 dan 113 sebagai kampus terbaik dan terpopuler di tahun 2020.

Meski bukan acuan utama, namun Dikdik menyebutkan hal itu mesti disyukuri. Sebab, ini menunjukan upaya yang dilakukan setidaknya sudah membuahkan hasil, “Ini membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah itu bukan berarti tidak bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi besar lainnya. Ternyata, kami bisa meraih hal tersebut dan tentu ini hasil kerja keras seluruh komponen kampus,” kata Dikdik.

Selama berada dibawah kepemimpinannya, Universitas Kuningan telah memunculkan 3 program studi baru. Yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer, Jenjang S2 Manajemen Fakultas Ekonomi, dan Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan.

Kemudian, untuk kinerja penelitian Universitas Kuningan juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berada pada kluster Binaan sekarang naik menjadi Madya. Dan target kedepan, kampus berlogo Kepala Kuda ini ingin mencapai kluster Mandiri.

Untuk tenaga pengajar, kata Dikdik, para dosen Universitas Kuningan telah melakukan publikasi berbagai jurnal penelitian. Bahkan, 5 diantaranya sudah terakreditasi oleh Kemenristekdikti RI. Sehingga, ini membuat Universitas Kuningan menjadi perguruan tinggi pemegang jurnal terakreditasi Kemenristekdikti RI terbanyak di Wilayah III.

Kendati demikian, pihaknya belum merasa puas dan mesti terus belajar. Salah satunya dengan membangun jaringan lewat kerja sama bersama institusi lain. Dan saat ini Universitas Kuningan telah bekerjasama dengan 11 perguruan tinggi di luar negeri. Kerja sama ini masih terus dilakukan karena dalam waktu dekat akan menemui wakil perguruan tinggi dari India, Malaysia dan Tokyo.

“Insya Allah minggu depan kita akan berangkat ke Semarang untuk menandatangani kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di India. Juga sekarang tinggal menunggu waktunya saja Universitas Malaya di Malaysia. Ini adalah universitas ranking pertama di Asia Tenggara dan terbaik di Malaysia. Lalu, Universitas Tokyo di Jepang. Rencana bulan Maret ini kita akan berangkat ke Jepang. Mudah-mudahan ini bisa segera selesai,” harapnya.

Dikdik menegaskan bahwa kerja sama yang dilakukan tidak hanya seremonial semata. Tetapi, ada program yang dijalankan diantaranya melalui transfer credit atau pertukaran mahasiswa dan sit in programe atau pembelajaran selama satu semester bagi dosen dan mahasiswa.

Di sisi lain, pihaknya pun sadar betul bahwa isu lingkungan tengah banyak diperbincangkan oleh masyarakat dunia. Untuk itu, melalui langkah kecil Universitas Kuningan berupaya ikut andil dengan mendeklarasikan diri menjadi Green Campus.

“Kami terus melakukan upaya-upaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang kondusif, yang asri, yang nyaman. Sehingga mudah-mudahan ini juga bisa membantu bagi mahasiswa untuk belajar di  Universitas Kuningan ini lebih baik lagi,” harapnya.

Tak tanggung-tanggung atas upaya tersebut menghantarkan Universitas Kuningan menempati posisi ke 54 sebagai kampus peduli dengan lingkungan berdasarkan pemeringkatan UI Geometric yang menilai sejumlah kampus hijau di seluruh dunia.

Kepedulian Universitas Kuningan terhadap lingkungan ini memang masih dalam tahap belajar. Namun, langkah kecil yang sudah adalah mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan mendorong mahasiswa dan dosen untuk membawa tumbler, serta membatasi penggunaan kertas.

Dikdik kembali menekankan bahwa meskipun Universitas Kuningan berada di daerah dan terletak di bawah kaki Gunung Ciremai, namun hal itu tidak membatasi civitas akademika untuk terus berkembang dan menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Saat ini, Unversitas Kuningan memiliki sekitar 4500 mahasiswa. Mereka tidak hanya berasal dari Jawa Barat saja. Akan tetapi, datang juga dari provinsi lain di Indonesia seperti Lampung, Jambi dan Riau.

Bahkan, dengan program transfer credit dan sit in programe membuat mahasiswa dari Thailand, Philipina dan Malaysia pernah belajar di Univeristas Kuningan.

Universitas Kuningan, Jaya! (TedyAgeng)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com









Berita Terkini

Categories