375
Wednesday, 16 June 2021 14:07 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Upaya Membumingkan Kearifan Lokal, Digelar Bidang Kebudayaan Kuningan

Upaya Membumingkan Kearifan Lokal, Digelar  Bidang Kebudayaan Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Berdasarkan Undang – undang No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan terdapat 10 (sepuluh) objek pemajuan kebudayaan. Objek pemajuan kebudayaan tersebut yakni Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat dan Olah Raga Tradisional. 

Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, berusaha untuk terus menerus konsisten / istiqomah berupaya dalam upaya ngaroris, mernahkeun jeung mateahkeun banda budaya nu bacacar. 

Setelah sebelumnya atas kerja bareng Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan telah melakukan salah satu upaya pelestarian bahasa sunda wewengkon Kuningan dengan menerbitkan buku kamus Bahasa Sunda wewengkon Kuningan, kini telah dilaksanakan upaya lain dalam menghimpun potensi - potensi lainnya. Potensi yang sedang dan akan dikembangkan adalah potensi seniman yang bergerak dalam bidang cipta karsa dan kreasi lagu di Kabupaten Kuningan.   

"Sebagaimana kita rasakan dan ketahui bersama dalam kehidupan sehari hari bahwa dominasi lagu yang ada di masyarakat Kabupaten Kuningan selalu terdengar lagu yang berasal dari luar Kabupaten Kuningan. Sementara lagu yang berbasis kearifan budaya lokal Kabupaten Kuningan nyaris tidak terdengar. Baik lagu wanda pop Sunda, wanda kawih dan sebagainya. Untuk itu perlu upaya penggalian potensi potensi yang ada  dengan menggelar lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal," kata Kabid Kebudayaan, H. Emup Muplihuddin kepada bingkaiwarta.com, Rabu (16/6/2021).

Emup mengungkapkan, kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Pebruari 2021 dengan mengundang perwakilan seniman se - Kabupaten Kuningan untuk dilaksanakan sosialisasi tentang kegiatan Lomba Cipta Karsa dan Kreasi Lagu berbasis budaya lokal. "Antusiasme seniman yang hadir alhamdulilah cukup menggembirakan saat itu," ungkapnya.

Sosialisasi lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal tidak hanya dilakukan melalui perwakilan seniman se – Kabupaten Kuningan, tetapi juga melalui media masa dan kegiatan – kegiatan kebudayaan lainnya melalui penyebaran pamplet pamplet kepada stake holder pemerintah desa dan kecamatan serta melalui group - group WA seniman yang ada. 

Alhasil terhimpunlah peserta lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal sebanyak 23 lagu dengan rincian 17 lagu wanda pop, 1 lagu wanda sinom, dua lagu wanda calung dan 3 lagu wanda kawih yang jika di tinjau dari asal peserta merupakan perwakilan dari pelosok -  pelosok daerah di Kabupaten Kuningan baik yang berasal dari Subang, Cilimus, Ciwaru, dan lain sebagainya. 

"Semula kami merencanakan kegiatan penilaian / penjurian di bulan April 2021 , namun karena pertimbangan satu dan lain hal akhirnya pelaksanaan penilaian di laksanakan pada tanggal 3 Juni 2021," ujarnya.

Adapun komposisi hasil penjurian, disebutkan Emup, yaitu Juara Lomba POP Sunda, terdiri dari :

1.Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari

2. Eka Sandra/Diding Wahyudin

3. Ayu Anggraeni/As'at Sunandar

Juara Harapan POP Sunda 

1. Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari

2. J.Irin Jebred/Jumhari

3. Nurul Ajizah/As'at Sunandar

Juara Kawih

1. Nonik Rizki Deristyan/ Enday Sandari

2. Tiara Mevianti/Nana Mulyana

3. Tiara Mevianti/Nana Mulyana

Juara Wanda Calung 

1. Didi Suhaedi/Didi Suhaedi

2. Didi Suhaedi/Didi Suhaedi

Juara Wanda Sinom

Deden Nur Diansyah/Enday Sadari

"Perlu kami sampaikan untuk penunjukan juri / tim penilai lomba cipta karsa dan kreasi lagu berbasis budaya lokal merupakan hasil rapat antara bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan perwakilan Dewan Kebudayaan, seniman dan pamong budaya serta unsur – unsur lainnya," jelas Emup.

Ia menambahkan, dari hasil Lomba Cipta Karsa dan Kreasi Lagu berbasis budaya lokal akan dijadikan bahan untuk agenda – agenda kebudayaan di kemudian hari. Dengan harapan kedepannya banyak seniman yang tergerak untuk terus berkarya, berkreasi sehingga Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan karya seni yang mampu berbicara di pentas yang lebih tinggi.

"Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah barang tentu banyak kekurangan dan kelemahan serta kekhilapan dalam penyelenggaraannya, untuk itu kami membuka diri untuk menerima masukan saran dan kritik demi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kuningan," pungkasnya. (Abel Kiranti)

 

 

 

Disdik kabupaten kuningan

Komentar

Berita Terkait