750
Saturday, 04 March 2017 07:59 (3 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

Usaid Prioritas Bekerjasama Dengan Pemkab Kuningan Berikan Inovasi Baru Dibidang Pendidikan

Usaid Prioritas Bekerjasama Dengan Pemkab Kuningan Berikan Inovasi Baru Dibidang Pendidikan

Bingkaiwaera, KUNINGAN – Mengingat sampai saat ini masih banyak kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan terasa monoton, atau terkesan satu arah, dan hal itu sangat membosankan para siswa ketika belajar, maka atas dasar itu, Usaid Prioritas yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Lebakwangi melaksanakan program pelatihan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (Pakem), di SDN 1 Sindang Lebakwangi, Sabtu (4/3).

Program tersebut bertujuan untuk bisa memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran. Hal itu dianggap urgen, karena dasarnya untuk meningkatkan prestasi siswa, baik di jenjang dasar, menengah, maupun atas.

Rustini, ketua KKG Gugus 2 Kecamatan Lebakwangi mengaku sangat terbantu dengan pelatihan yang diikutinya itu. Menurutnya, pelatihan itu mampu memasilitasi dirinya dan juga guru yang lain dalam melaksanakan kegiatan belajar yang Pakem tadi. Dia yakin, dengan metode bejalar yang baru dikuasainya itu, mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

“Semangat kami dan para guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran Insya Allah sangat tinggi, karena itu, metode baru yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka pola pembelajaran baru. Tidak hanya bagi anak, metode ini juga nyaman bagi kami,” ujar Rustini.

Harapan semua guru, lanjut Rustini, adalah demi tercapainya tujuan pendidikan. Salah satunya yaitu meningkatnya prestasi akademik siswa. Karena itu, kata dia, seiring berjalannya waktu dan bergantinya zaman, metode dan gagasan baru tentang cara belajar juga terus berubah. Dia berharap, pelatihan serupa juga bisa rutin dilaksanakan nantinya.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa dilaksanakan juga di sekolah lain, supaya ada kesatuan ide dan pikiran dalam mencerdaskan seluruh siswa di Kuningan,” kata Rustini.

Di tempat yang sama, koordinator Fasilitator Daerah Wilayah Kuningan, Nunung Pujawati  menerangkan, kegiatan pelatihan itu dilaksanakan selama tiga hari. Adapun jumlah guru yang mengikuti acara itu sebanyak 75 orang guru. Jumlah sebanyak itu, kata Nunung, semuanya mewakili guru untuk kelas awal dan kelas tinggi di Sekolah Dasar (SD).

Nunung menjelaskan, pelatihan itu dikemas untuk membimbing setiap guru supaya berinovasi dan membuka pola pikir baru dalam mengajar. Yang pada mulanya hanya mengandalkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sudah diterbitkan, saat ini seluruh guru dilatih kreatif membuat LKS sendiri untuk masing-masing siswanya.

“Dalam pelatihan ini juga setiap guru dibuka paradigmanya mengenai pemahaman gender. Kami ajak mereka supaya dalam proses pendidikan atau pengajaran tidak membeda-bedakan jenis kelamin. Supaya tidak terjadi ketidakadilan gender,” tuturnya. (Elly Said)

 

usaid inovasi pendidikan kabupaten kuningan kelompok kerja guru

Komentar

Berita Terkait