USAID PRIORITAS Latih 192 Guru KKG Kecamatan Jalaksana Tentang Metode Pembelajaran Baru

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-01-26 20:07:26+07

USAID PRIORITAS Latih 192 Guru KKG KecamatanPS.jpg

Salah seorang guru tengah menjelaskan materi tentang gender dan pelayanan perbedaan individu siswa, Kamis (26/1).

 

 

Kuningan – Banyaknya proses kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Kuningan yang terkesan monoton atau satu arah, membuat USAID PRIORITAS latih Guru Sekolah Dasar (SD)  melalui modul pembelajaran.

Kegiatan yang mengambil tempat di Gugus Depan 2, 3 dan 4 Kecamatan Cilimus, dari hari Selasa – Kamis (24-26/1) itu, diikuti oleh sebanyak 192 guru yang tergabung dalam Kelmpok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Cilimus.

 Program tersebut meningkatkan mutu kualitas penyampaian materi pendidikan dengan melalui replikasi pelatihan modul 1 pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan untuk guru – guru SD.

Herlan Firdaus, Ketua KKG Gugus 2 Kecamatan Cilimus mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, pemberlajaran dengan menggunakan program modul pembelajaran itu terasa menyenangkan dan mudah dipahami.

“Sebagai sekolah non mitra USAID PRIORITAS, kami serius ingin meningkatkan mutu pembelajaran di gugus 2, 3 dan 4 Kecamatan Cilimus. Guru – guru disini patut diacungi jempol atas semangat untuk meningkatkan mutu pembelajaran, melalui KKG, kami berharap guru menjadi aktif. Sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik siswa,” ujar Herlan.

Dengan metode tersebut, kata Herlan, para Guru yang tadinya hanya mengandalkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibeli dari salah satu penerbit, setelah dilatih, pihaknya menjadi mampu dalam membuat LKS yang bobotnya tidak jauh beda dengan keluaran penerbit itu.

Senada dengan Herlan, Susi Susilawati, Kepala UPTD Kecamatan Cilimus mengatakan, dengan mampu mebuat LKS itu, kini pihaknya mampu menyuplai sendiri kebutuhan lembar kerja bagi para siswa, meskipun sederhana.

“Dengan itu saja sudah lumayan. Ditambah lagi dengan adanya pelatihan memahami gender. Yang mana itu semua berfungsi dalam melayani perbedaan individu peserta didik, sehingga tidak akan lagi terjadi ketidakadilan gender,” kata Susi.

Di tempat yang sama, Entris Lekstriandini, salah seorang peserta mengaku mengharuskan para tenaga pendidik lain untuk dapat bergabung dengan program itu, “Kegiatan pelatihan maupun diklat, merupakan bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan atau program PKB bagi para guru, jadi ini bagus dan harus diikuti,” ajak Entris. (ASB/TedyAgeng)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories