Wacana Mendikbud Tentang Full Day School Menuai Polemik Di Sejumlah Pihak

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-02-02 18:30:55+07

Full Days 2.jpg

Ilustrasi.

 

Kuningan – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi, tentang penerapan Full Day School (FDS) atau sekolah seharian penuh, terus menuai polemik di kalangan pengamat pendidikan, termasuk masyarakat umum, yang masih kurang setuju dengan gelaran program tersebut.

Seperti yang di ungkapkan kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Luragung, Mamat Sagita, dirinya masih kurang menyetujui sepenuhnya terkait wacana Mendikbud tersebut. Terutama di jenjang SD. Alasannya, selain kondisi sekolah yang belum memungkinkan, kebutuhan dan kesiapan siswa selama berada di lingkungan sekolah sepanjang hari juga harus dipikirkan.

“Pada prinsipnya sih kita setuju. Akan tetapi, untuk FDS itu sendiri tidak bisa dijalankan langsung begitu saja, perlu dilakukan secara perlahan – lahan, sehingga nantinya jadi terbiasa. Dan harus ada peraturan khusus, apalagi untuk tingkatan SD,” kata Mamat kepada BINGKAI WARTA di ruang kerjanya, Kamis (2/2).

Mamat juga mengatakan, bahwa dengan wacana tersebut, secara tidak langsung telah merampas hak bermain anak yang masih duduk dibangku SD. Sebab, kata dia, dengan seharian berada di lingkungan sekolah, hal itu akan membuat psikologis anak merasa lelah. Sehingga membuatnya menjadi cepat bosan. Menurutnya, waktu belajar yang biasanya 5 hingga 6 jam, jika menjadi sehari penuh, sudah barang tentu sangat memberatkan.

“Mungkin kalau untuk tingkat SMP dan SMA sudah bisa diterapkan. Akan tetapi untuk tingkat SD, kita jelas masih kurang menyetujuinya. Kita juga masih memikirkan hak – hak anak,” ungkap Mamat.

Disamping itu, lanjut Maman, fasilitas sekolah juga harus menjadi pertimbangan. Karena tidak semua gedung kampus pendidikan itu memiliki fasilitas lengkap, sehingga wacana tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

Terpisah dari Mamat, salah satu orang tua murid, Momon Rusmadi, 45, yang anaknya masih duduk di bangku SD mengatakan, meskipun FDS itu tujuannya baik, namun tidak bisa disamaratakan dengan sekolah yang berada di wilayah jauh atau pelosok kota seperti di Kuningan sendiri.

Disamping itu, kata dia, fasilitas sekolah juga harus menjadi pertimbangan. Karena tidak semua gedung kampus pendidikan itu memiliki fasilitas lengkap, sehingga wacana tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Jujur, berat dan kurang setuju dengan wacana tersebut. Anak juga perlu istirahat, bermain dan juga mengenal lingkungan sekitar mereka di usia SD itu,” pungkas Momon. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories