Waktu Adalah Keuntungan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-08-06 12:01:51+07

Waktu Adalah Keuntungan.jpg

Ilustrasi.

 

 

Kuningan – Time is Money (Waktu adalah uang), istilah Bahasa asing ciptaan kaum kapitalis yang sering kita dengar. Tokoh yang menciptakan istilah ini beranggapan waktu itu sangat berharga seberharga uang yang tidak boleh dihamburkan. Sebagai seorang muslim saya berpendapat sungguh salah dan menyedihkan membandingkan waktu seolah setara uang karena seperti membandingkan langit dan bumi. Memang benar ada banyak manusia yang dibayar per satuan waktu, misalnya dibayar perjam kerja atau dibayar per hari kerja. Namun, mari renungkan apakah ada manusia dapat membeli waktu dengan uangnya untuk dapat kembali ke masa yang telah lalu, atau kembali ke satu menit yang lalu?. Tentu kita tahu jawabannya, yaitu tidak ada satupun orang dengan harta berapapun jumlahnya akan mampu kembali ke masa sebelumnya, karena memang waktu tidak dapat dibeli dengan uang dan tidak sama dengan uang. Waktu jauh lebih berharga!.

 

Istilah waktu adalah uang tentu sangat tidak tepat dijadikan acuan bagi muslim, karena pada hakikatnya waktu jauh lebih berharga dari uang dan uang sama sekali tidak berharga (meskipun sebagian besar manusia menganggap uang adalah berharga). Mari mulai saat ini kita merenungkan bahwa “Waktu adalah suatu kenikmatan dari Allah” dan  “Nikmati syukuri waktu dengan digunakan untuk beramal sholeh”.

Masa (waktu) adalah senjata untuk mendapatkan kebaikan hidup dunia akhirat, waktu adalah satu satunya yang diharapkan diberikan saat kita sudah diujung ajal, saat kita berharap untuk bertaubat. Bahkan manusia yang telah meninggal, apabila saat hidupnya tidak dimanfaatkan untuk beribadah, mereka akan memohon kepada Allah untuk diberikan waktu hidup kembali walau sekejap di dunia untuk beribadah dan bersedekah. Sungguh manusia yang tidak memanfaatkan waktu itu dalam kerugian yang besar,sebagaimana firman Allah dalam ayat al-quran dan hadist berikut:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”. [al-‘Ashr/103:1-3].

“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. (QS.Al-Furqan: 62).  
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)

 

Waktu dan kesehatan adalah kenikmatan yang tiada tara, manusia sering lalai mensyukurinya. Cara mensyukuri waktu adalah dengan mengisi setiap waktu dengan segala kebaikan dan berbuat amal sholeh agar menjadi bagian dari ibadah kepada Allah. Sungguh manusia telah banyak tertipu dalam dua kenikmatan: 

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412).

 

Manusia diwajibkan mengisi waktu dengan segala hal-hal baik dan amal sholeh:

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi hal 156).         

“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah (dia) meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”            (HR. Tirmidzi no. 2317)

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)

 

Sesungguhnya masa merupakan salah satu anugerah yang amat sangat berharga dan tidak dapat diniai dengan uang. Dan Masa (waktu) adalah anugrah dari Allah SWT, yang tidak ada cela padanya, manusia-lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya dan sungguh hanya manusia yang tidak beriman yang berani mencelanya. Contoh celaan manusia yang paling sederhana adalah, menyebutkan bahwa hari tertentu adalah hari sial baginya dan tertentu yang lain adalah baik. Jadi, mencela waktu adalah sesuatu yang dibenci Allah karena itu adalah kebiasan orang musyrik. Dalam islam semua waktu itu adalah baik dan tidak ada yang tercela. Menghina waktu sama dengan menghina pencipta dan pengatur waktu.

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)          

Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mengatakan ’Ya khoybah dahr’ [ungkapan mencela waktu]. Janganlah seseorang di antara kalian mengatakan ’Ya khoybah dahr’ (dalam rangka mencela waktu). Karena Aku adalah (pengatur) waktu. Aku-lah yang membalikkan malam dan siang. Jika suka, Aku akan menggenggam keduanya.” (HR. Muslim no. 6001)  
“Sesungguhnya Allâh memiliki hak pada waktu siang, Dia tidak akan menerimanya di waktu malam. Dan Allâh juga memiliki hak pada waktu malam, Dia tidak akan menerimanya di waktu siang”. [Riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 37056].           

”Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa (waktu)“, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah [45]: 24).

 

Marilah manfaatkan waktu sebaik baiknya, bukan hanya karena urusan uang atau materi yang kita kejat, tapi lebih Utama dan hakiki adalah, manusia diberikan waktu untuk menjalani hidup semata mata adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sang pencipta alam semesta. Sebagaimana firman Allah:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. [adz-Dzariyat/51:56].

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya”.  (kitab Al-Fawaid hal 44, Ibnul Qayyim). 

 

Demikian dan semoga tulisan ini akan menjadi pengingat khususnya bagi penulis dan bermanfaat bagi yang membaca. Wallahu alam bishawab.

 

Pustaka dan referensi

Departement Agama RI. 2000. Al-Quran dan Terjemah. CV Dipenogoro. Bandung

As-Sunnah Edisi 03-04. 2013. Yayasan Lajnah Istiqomah. Solo

Kumpulan Hadist Shahih Bukhari Muslim. 2018. PT Fathan Prima Media. Jakarta

www.almanhaj.or.id/4099-renungan-tentang-waktu.html

www.muslim.or.id/42113-menyia-nyiakan-waktu-lebih-berbahaya-dari-kematian.html

 

Penulis : Owner Waroeng Ilmu & Pegiat Literasi Kuningan Riki Irfan M.Si.

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories