541
Wednesday, 24 June 2020 18:32 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Wartawan Anarkis Geruduk PUTR

Wartawan Anarkis Geruduk PUTR

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, digeruduk sejumlah wartawan media cetak, media elektronik dan media online yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS), Rabu (24/6/2020). Kelompok wartawan tersebut  kini tengah gencar menelusuri berbagai hal yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Sedangkan langkah yang dilakukan para pewarta itu dikarenakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Hj. Susi Lusiyanti pernah melontarkan jika anggaran renovasi rumah sakit darurat khusus penanganan pasien yang terpapar virus Corona sebesar Rp 2.250.000.000 diserahkan dana sekaligus pekerjaannya ditangani Dinas PUTR.

“Ketika melakukan audensi, Ibu Kadinkes di hadapan puluhan wartawan menerangkan kalau dana renovasi rumah sakit darurat penanganan pasien virus Corona yang sampai saat ini masih menjadi sorotan publik, telah diserahkan dananya ke Dinas PUTR,” ujar Koordinator ANARKIS, Iyan Irwandi.

Menurut ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan,  dana pembelian rumah sakit khusus penanganan pasien terpapar virus Corona yang dulu eks Rumah Sakti Bersalin Citra Ibu di jalan Ciharendong Kelurahan Cirendang Kecamatan Kuningan sangatlah besar yakni Rp 7,5 miliar dan biaya renovasinya pun tidak kalah fantastis karena mencapai Rp. 2.250.000.000.

Sementara itu, pemanfaatan dari rumah sakit darurat itu sendiri, dianggap kurang  optimal karena penanganan warga yang ditanganinya hanya sedikit tetapi ruangan yang tersedianya banyak. Ditambah lagi, rumah sakit-rumah sakit lainnya pun menangani hal serupa.

Untuk itu, pada kesempatan audensi dengan Dinas PUTR,  para pemburu berita membahas sekaligus mempertanyakan berbagai hal yang dinilai cukup penting. Seperti, kenapa terjadinya saling lempar tanggung jawab padahal objeknya sama, mekanisme dan kriteria penunjukan perusahaan serta keterlibatan organisasi jasa kontruksi, titik-titik mana saja yang direnovasi sehingga biayanya membengkak, sejauh mana peranan Dinas PUPR,  alokasi rincian anggaran renovasi dan hal-hal lainnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, H. M. Ridwan Setiawan menjelaskan, dalam penanganan renovasi eks Rumah Sakit Citra Ibu dilakukan dalam kondisi darurat. Tetapi penunjukan rekanan untuk mengerjakannya didasarkan pada pengalaman yang mumpuni sesuai kualifikasinya.


Hal senada dikatakan Sekdis PUTR, Yudi Nugraha. Menurutnya, Dinas PUTR Kabupaten Kuningan hanya berperan sebagai  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim teknis identifikasi kebutuhan saja sesuai dengan permohonan dari kepala Dinkes Kabupaten Kuningan.

Sedangkan anggaran  renovasi gedung rumah sakit darurat itu sendiri langsung masuk ke rekening tiga rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. Yaitu,
CV Yunifan, CV Karya Indah Mulia dan CV Arian Jaya Abadi.

"Ketiga rekanan perusahaan tersebut bersama-sama melakukan tiga jenis kegiatan dalam kurun waktu kontrak 14 hari sesuai ketentuan kedaruratan. Yakni, renovasi fisik gedung eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu, kegiatan perbaikan dan pemasangan sarana serta prasarana gedung,  penataan lahan pakir dan halaman yang total anggarannya sebesar Rp 2.073.000.000," tandasnya.

Disinggung terkait dana renovasi yang digunakan hanya habis sekitar Rp 2.073.000.000 padahal dianggarkan sebesar Rp 2.250.000.000, mantan kepala Bagian Humas Setda Kuningan menyarankan agar konfirmasi langsung ke kepala Dinkes karena hal itu bukan ranahnya untuk menjelaskan. (Abel Kiranti)

anarkis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang putr CV Yunifan CV Karya Indah Mulia CV Arian Jaya Abadi Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu Dinas PUTR Persatuan Wartawan Indonesia

Komentar

Berita Terkait