647
Monday, 16 November 2020 07:42 (1 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Zul Resmi Dilengserkan, Bola Hangat Ditangan Acep Purnama

Zul Resmi Dilengserkan, Bola Hangat Ditangan Acep Purnama

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Hingar bingar yang terjadi di Gedung Wakil Rakyat Kabupaten Kuningan selama hampir 1,5 bulan hingga berujung keluarnya keputusan melalui Paripurna pada Jum"at malam (13/11/2020) diharapkan dapat menjadi pembelajaran tersendiri khususnya bagi para wakil rakyat Yang Terhormat dan umumnya bagi penyelenggara pemerintahan dalam menjalankan kepercayaan dari rakyat.
 
Dengan telah keluarnya keputusan DPRD Kabupaten Kuningan melalui Paripurna, tentunya sangat diharapkan Lembaga Legislatif Daerah tersebut dapat kembali fokus untuk memikirkan nasib masyarakat/rakyat yang diwakilinya. Terutama terkait Pengesahan Raperda APBD 2021 menjadi Perda APBD yang akan menjadi "panduan" bagi Eksekutif menjalankan fungsinya.
 
Menurut Ketua F-TEKAD Kabupaten Kuningan, Sudjarwo atau akrab disapa Mang Ewo mengatakan, dengan telah finalnya putusan yang menyangkut salah seorang Pimpinan Lembaga Legislatif tersebut, kini bola "hangat' yang telah menyita perhatian berbagai lapisan masyarakat dan bisa dipastikan sangat menyita banyak waktu bagi mereka yang berperan untuk menyelesaikannya, kini berada di tangan seorang H. Acep Purnama sebagai Bupati Kuningan untuk menyampaikan Keputusan DPRD kepada Gubernur dalam kapasitasnya sebagai Perwakilan Pemerintah Pusat. Dengan keleluasaan waktu yang terbatas hanya 7 hari kerja, tentunya Bupati tak akan mengambil resiko dengan mengabaikan kewajibannya untuk segera melakukannya.
 
"Munculnya beberapa dinamika yang menyertai keluarnya keputusan Paripurna yang berisikan Keputusan Pemberhentian Nuzul Rachdy sebagai Ketua DPRD, seperti adanya pengaduan dari Nuzul Rachdy kepada BK (Badan Kehormatan) terkait 3 Wakil Ketua DPRD tentunya hal tersebut merupakan hak siapapun di negara kita yang menjadikan hukum sebagai Panglima. Selama pengaduan tersebut mengandung nilai sesuatu yang bisa ditindaklanjuti, tidak ada alasan bagi BK untuk berdiam diri," jelas Mang Ewo kepada bingkaiwarta.com, Minggu (15/11/2020). 
 
Namun patut disesalkan, dalam redaksi surat yang diberikan kepada BK tertanggal 14 November 2020 ternyata disampaikan pada 13 November 2020. Dalam materi aduan juga ada tanggal yang seharusnya ditulis 12 November 2020 tapi tertulis 22 November 2020. "Yang jadi pertanyaan, apakah dengan materi yang sama dan pengadu dan teradu yang sama bisa dilakukan dua kali dengan dilakukan ralat surat?," pungkasnya penuh tanda tanya. (Abel Kiranti)
DPRD NUZUK RACHDY KUNINGAN LENGSER ACEP PURNAMA BK

Komentar

Berita Terkait